Peluncuran IRBM Oleh Korut Dinilai Paling Parah, Korsel Cari Sanksi Lebih Berat

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 15:47 WIB
ilustrasi nuklir  (pixabay.com)
ilustrasi nuklir (pixabay.com)

AYOVIBES.COM -- Korea Selatan mengecam keras penembakan rudal balistik jarak menengah oleh Korea Utara pada hari Selasa (4/10). Korea Selatan bahkan bersumpah untuk meminta pertanggungjawaban Pyongyang dengan sanksi yang lebih kuat dan konsekuensi lainnya.

Peluncuran itu menandai uji coba rudal kelima hanya dalam waktu seminggu, dinilai merupakan salah satu provokasi paling parah yang telah dilakukan Korea Utara selama bertahun-tahun. Rudal itu terbang sekitar 4.500 kilometer di atas Jepang sebelum jatuh di Samudra Pasifik.

Dewan Keamanan Nasional mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang mengutuk keras peluncuran rudal itu. Korea Selatan menegaskan hal yang dilakukan rezim Kim Jong Un jelas melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, dan provokasi serius yang mengancam perdamaian di Semenanjung Korea, di Asia Timur Laut dan sekitarnya.

Baca Juga: Reddy Show Me The Money 777 Gabung Label 131 Milik B.I

Mereka juga mengatakan provokasi Korea Utara yang terus berlanjut tidak dapat diabaikan. Pemerintahan Yoon berjanji untuk mencari berbagai cara untuk lebih menghalangi Korea Utara, termasuk melalui penguatan sanksi bersama dengan AS dan komunitas internasional.

"Presiden Yoon mencatat bahwa provokasi Korea Utara jelas melanggar prinsip dan aturan universal PBB, dan memerintahkan tanggapan yang tegas, serta mengejar tindakan yang sesuai dalam kerja sama dengan Amerika Serikat dan komunitas internasional," katanya, seperti dilansir dari Yonhap, Selasa 4 Oktober 2022.

Yoon juga mengatakan provokasi nuklir dan rudal Korea Utara hanya akan memperkuat kerja sama keamanan di dalam dan di luar kawasan, termasuk antara Korea Selatan, AS dan Jepang. Dia menginstruksikan para pejabat untuk mengadakan konsultasi tentang cara-cara untuk memperkuat komitmen pencegahan kepada AS ke Korea Selatan dan Jepang.

Baca Juga: Debut Solo Dengan 28 Reasons, Seulgi Red Velvet Mantap Klaim Diri Serba Bisa

 

"Seperti yang saya nyatakan pada Hari Angkatan Bersenjata 1 Oktober, provokasi nuklir sembarangan seperti itu akan ditanggapi dengan respons tegas dari militer dan sekutu kami, serta komunitas internasional," kata Yoon.

Halaman:

Editor: Icheiko Ramadhanty

Sumber: Yonhap

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ji Min Joo Diisukan Kencan Dengan Pemain Sepak Bola

Kamis, 1 Desember 2022 | 16:56 WIB

HyunA Umumkan Putus Dari DAWN

Kamis, 1 Desember 2022 | 08:15 WIB

Salah Terjemahan, Timnas Korea Selatan Protes ke FIFA

Rabu, 30 November 2022 | 11:28 WIB

Kim Jonghyeon Akui Gugup Soal Debut Solonya

Selasa, 29 November 2022 | 09:46 WIB

Chuu Angkat Bicara Sejak Dikeluarkan Dari LOONA

Selasa, 29 November 2022 | 08:47 WIB
X